SERANG, (Persepsi.co.id) – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten menghadiri rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) yang dilaksanakan di Polda Banten pada tanggal 22/9/2026. Kegiatan tersebut dihadiri Polda Banten, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, BPTD Kelas II Banten, dan PT ASDP Indonesia Ferry.
Rapat membahas evaluasi perkembangan kecelakaan lalu lintas di wilayah Banten serta persiapan awal menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Forum juga menjadi sarana untuk menyelaraskan langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode tersebut.
Dalam evaluasi kecelakaan, dibahas perkembangan angka kecelakaan, korban meninggal dunia, dan korban luka-luka di sejumlah wilayah. Meskipun fatalitas korban meninggal dunia menunjukkan penurunan, masih terdapat wilayah dengan peningkatan jumlah kecelakaan dan korban luka yang perlu mendapatkan perhatian melalui intervensi yang lebih terarah.
Jasa Raharja turut menyampaikan profil kecelakaan dan demografi korban berdasarkan data pelayanan santunan sebagai bahan evaluasi bersama. Data tersebut diharapkan dapat mendukung pemetaan wilayah prioritas dan penentuan langkah pencegahan kecelakaan berbasis risiko.
Sementara itu, dalam persiapan Nataru, pembahasan mencakup kesiapan sarana dan prasarana transportasi, kelaikan angkutan umum, pengaturan lalu lintas, antisipasi titik rawan kecelakaan dan kemacetan, serta kesiapan pelayanan penyeberangan. Koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat untuk memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Banten, Benyamin Bob Panjaitan, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi. “Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi transportasi, operator, dan Jasa Raharja agar setiap potensi risiko dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara tepat. Melalui FLLAJ, kita dapat menyatukan data, program, dan langkah intervensi sehingga upaya pencegahan kecelakaan menjadi lebih terarah dan berdampak,” ujar Benyamin.
Ia menambahkan, Jasa Raharja akan terus mendukung upaya preventif melalui sosialisasi keselamatan, PPGD, pemeriksaan kesehatan pengemudi melalui MUKL, aksi simpatik, serta edukasi kepada pelajar, masyarakat, dan pekerja.
“Menjelang Nataru, koordinasi sejak dini menjadi kunci. Kami siap bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk memperkuat kesiapan pengamanan dan pelayanan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tambahnya.
Melalui forum tersebut, seluruh stakeholder berkomitmen memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menekan angka kecelakaan, mempertahankan penurunan fatalitas, serta memastikan kesiapan transportasi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.


