JAKARTA (Persepsi.co.id) – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) mengadakan Webinar bertajuk “Mengurai Tantangan, Optimalisasi dan Peluang Waste to Energy” melalui Aplikasi Zoom dan Live Streaming You Tube dan Face Book PPSDM KEBTKE. Rabu, 08/07/2020.

Sejumlah pembicara hadir dalam acara tersebut, di antaranya IGN Wiratmaja Kepala Badan Pengembangan SDM Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, Direktur Bioenergi EBTKE Kementerian ESDM, Dr. Eng. Pandji Prawisudha Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara-ITB, Jaya Wahono Clean Power Indonesia.

 

Kegiatan Webinar tersebut, diikuti sekitar 1001 orang peserta dari berbagai kalangan, mulai dari Perguruan Tinggi, para Dosen maupun Mahasiswa, juga para Praktisi yang bekerja di pembangkit Listrik, juga pengusaha di bidang pembangkit Listrik. Selain itu masyarakat umum pun turut menyaksikannya secara Live Streaming di Akun Youtube dan Facebook PPSDM KEBTKE.

 

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPSDM ESDM) IGN Wiratmaja menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, dengan jumlah penduduknya mencapai 260 juta jiwa.

“Indonesia adalah negara yang menempati iklim Tropis. Baru saja, WTO dan Amerika menyatakan Indonesia dinaikkan dari kategori negara berkembang menjadi ketegori negara maju dalam kehidupan sehari-hari. Sudah maju konsumsinya, pasti juga sudah tinggi produksi limbah dan sampah tentunya juga banyak, untuk itu bagaimana mengolah sampah menjadi energi dan bagaimana memanfaatkannya, tentu banyak tantangannya” katanya.

 

“Semoga kegiatan Webinar ini bermanfaat bagi kita semua, ada istilah yang sederhana bangsa yang beradannya tinggi adalah bangsa yang bisa mengelola sampahnya, bisa kita lihat/nilai dari rumah-rumah yang mahal apakah menghadap ke sungai atau membelakangi sungai” harap IGN Wiratmaja

 

Sementara itu, Direktur Bioenergi EBTKE Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna menyampaikan “Regulasidan Progres Implementasi Waste to Energy” bahwa pengolahan sampah menjadi energi adalah bagian dari pengelolaan sampah, Waste to Energy adalah upaya untuk mengatasi masalah lingkungan yang disebabkan oleh sampah.

Program percepatan pembangunan PLTSa berdasarkan Peraturan Prersiden Nomor 35 tahun 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.

 

“Kota yang menjadi Pilot Project, Jabodetabek, Jawa Tengah, Sumatera, Jawa Timur, Sulawesi, Denpasar.

Pokok-Pokok Perpres Nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Program Pembangunan PLTSa, Pemerintah Kabupaten/Kota atau Pemerintah Provinsi dapat menugaskan BUMD, melakukan kompetisi badan usaha, atau mengusulkan kepada Menteri ESDM untuk menugaskan BUMN sebagai pengembang PLTSa

Pemerintah pusat dapat memberikan bantuan Biaya Layanan Pengolahan Sampah (BLPS) kepada Pemda, paling tinggi Rp 500,000/Ton sampah” jelas Adriah Feby Misna.

 

“Tantangan dari sisi kebijakan dan regulasi yang ada, apakah kebijakan pemerintah ini sudah cukup atau mungkin masih kurang, atau sangat bagus, dan regulasi-regulasi apakah sudah sangat mumpuni” terang Feby.

 

Selain itu, Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara-ITB, Dr. Eng. Panji Prawisudha menyampaikan “Waste-To-Energy di Indonesia: Peluang dan tantangan” bahwa bagaimana Sampah yang ada di indonesia menjadi energi, Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbesar ke dua di dunia, tidak hanya plastiknya, sampah makanan pun indonesia juara.

Tiga aktivitas utama dalam penyelenggaraan kegiatan pengurangan sampah, membuat sampah menjadi energi, yaitu pembatasan timbunan sampah, pendauran ulang sampah, dan pemanfaatan kembali sampah. Jenis Sampah yang dapat di proses dapat mengolah berbagai jenis limbah padat.

Sampah adalah energi maka perlu kita perbaiki.

 

“Segala sesuatu yang kita buang, dapat kita manfaatkan untuk menjadi energi.

Tantangan kita adalah Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi harus satu juga, kita banyak punya limbah banyak komponen tapi juga banyak variasi bentuk dan karakter, berbagai ukuran ada yang besar dan kecil, ada yang sulit dan ada kandungan air yang tinggi menyebabkan nilai kalorinya rendah sehingga menyebabkan Cost transportasi yang tinggi dan kandungan abu menyebabkan karakter pembakaran yang beragam” paparnya.

 

 

Di samping itu, dari Clean Power Indonesia Jaya Wahono menyampaikan “Zero Waste Indonesia”

Mengusulan Pengembangan Fasilitas Waste to Energy terdistribusi Untuk membereskan permasalahan sampah secara tuntas. Masalah sampah di semua kota, baik kota besar maupun kota kecil juga di pulau-pulau, permasalahan sampah yang makin besar dan beragam di seluruh indonesia sebagai dampak meningkatkan aktivitas ekonomi.

 

“Solusinya mengubah sampah, agar bermanfaat bagi masyarakat di sekitar degan membangun fasilitas Pemrosesan Sampah, menjadi Kompos dan Listrik dengan teknologi Zero Waste terdistribusi berbasis masyarakat. Serta menggerakkan semua kecamatan di indonesia untuk membersihkan lingkungan sekaligus membuka lapangan pekerjaan lokal” jelasnya.

 

Selanjutnya, Webinar akan hadir kembali yang bertajuk “Marketing 4.0”.

PPSDM KEBTKE siap melayani kebutuhan pengembangan sumber daya manusia bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi. (Humas/Yudhi)