Kayuagung, Persepsi.co.id – keberadaan Videotron harga kebutuhan pokok seharusnya menjadi sumber informasi untuk mempermudah akses masyarakat dalam mendapatkan berbagai informasi harga kebutuhan pokok.
Diduga akibat dari kurangnya persiapan dan perencanaan Proyek pengadaan barang dan jasa Videotron oleh Disperindag Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) APBD TA 2020 yang baru saja dipasang di pasar shopping center Kayuagung di pertengahan bulan Desember 2020 lalu hingga kini belum bisa difungsikan.
Salah seorang warga Ucok mengatakan. Videotron sempat berfungsi Pada hari pemasangannya saja, setelah itu malah tidak berfungsi sama sekali sampai saat ini.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI H. Sudiyanto Djakfar, S.sos, Msi yang hendak ditemui oleh awak media ini untuk dimintai keterangan terkait kejadian ini tak bisa ditemui. Hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan telpon seluler.
Dikatakan Sudiyanto, Listriknya belum terpasang. Belum ada anggaran dalam waktu dekat akan dipasang. (14/01/2021)
Menanggapi kejadian ini Kordinator Serikat Pemuda Masyarakat (SPM) Sumsel. Yovi Meitaha angkat bicara.
“Jika mencermati apa yang disampaikan Kepala Dinas Perdagangan. Proyek ini terkesan terlalu dipaksakan, juga dampak dari kelalaian badan yang mengawasi kinerja Dinas Perdagangan dalam hal ini Inspektorat selaku badan pengawas Dinas.” Ujarnya.
“Dan saya kira kesiapan serta perencanaan proyek pengadaan Videotron pasar tradisional Kayuagung ini terburu – buru.
Menurut yopi. Dalam perencanaan kegiatan ini seharusnya Disperindag melakukan kajian serta persiapan yang matang terlebih dulu. Seperti persiapan biaya pemasangan arus listrik juga mempersiapkan biaya perawatan alat ini sejak dini. Karena Videotron ini tergolong alat digital mewah tentu biaya perawatannya juga tidaklah murah.
“Selain itu, sebelum pelaksanaan kegiatan seharusnya survey terlebih dahulu ke masyarakat. Untuk dijadikan bahan pertimbangan, agar barang yang akan di beli itu nantinya betul–betul tepat guna dan bermanfaat.” Lanjutnya
“Untuk apa membangun videotron jika tidak berfungsi. Tujuan di adakannya videotron itu untuk membantu masyarakat agar bisa memperoleh informasi harga kebutuhan pokok.
“Saya berharap pemerintah daerah khususnya Dinas Perdagangan Kabupaten OKI segera mengoperasikan Videotron tersebut.” Pintanya.
“Jangan sampai anggaran yang digelontorkan untuk mendirikan videotron senilai Rp. 374 juta itu jadi mubadzir,” tutupnya. [ Heri ]



