persepsi.co.id | Pandemi Covid-19 membuat dunia pendidikan dan pembelajaran berubah. Membawanya ke sistem dunia pembelajaran jarak jauh atau online untuk mengganti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Pasalnya, pendidikan Indonesia mau tidak mau dipaksa untuk melakukan pembelajaran secara online sejak pembelajaran tatap muka dilarang lebih dari setahun yang lalu.
Karena banyaknya keluhan yang datang dari masyarakat tentang pembelajaran secara online Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud ristek), Nadiem Makarim berharap pada Juli 2021 mendatang yang bertepatan dengan Tahun Ajaran Baru sekolah dapat menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Nadiem Makarim mengatakan sekolah harus segera dibuka. Menurutnya, tak ada tawar-menawar yang bisa dilakukan demi pendidikan.
“Tentu bapak ibu sudah pahami masa depan Indonesia sangat bergantung pada sumber daya manusia. Sehingga tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang kita hadapi,” kata Nadiem dalam acara yang disiarkan Youtube Kemendikbud RI, Rabu (2/6).
Mengadakan Vaksinasi Bagi Tenaga Pengajar
PTM dalam Pandemi Covid-19 ini tidak hanya mempersoalkan tentang pendidikan tetapi juga tentang permasalahan kesehatan yang mengancam anak didik itu sendiri dan tenaga-tenaga pengajar.
Mendikbudristek Nadiem Makarim menyatakan keputusan SKB 4 Menteri yang mewajibkan bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk bisa membuka belajar tatap muka di sekolah.
“Kita mewajibkan bila guru dan tenaga kependidikan di setiap sekolah sudah melakukan vaksinasi Covid-19, maka harus membuka belajar tatap muka di sekolah,” kata Nadiem secara daring, Selasa (30/3/201).

Wasis Dewanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang
Menanggapi keputusan Mendikbudristek Nadiem Makarim, Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Wasis Dewanto melarang guru yang belum divaksin untuk mengajar pada pembelajaran tatap muka (PTM) bulan Juli 2021.
Hal itu dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap para murid. Sehingga diharapkan tidak ada klaster penularan di sekolah saat pembelajaran tatap muka.
“kita sudah mengadakan vaksinasi bagi guru dan guru yang sudah melaksanakan vaksinasi boleh mengajar tatap muka. Yang belum vaksinasi nggak boleh mengajar tatap muka,” ucapnya.
Ia menjelaskan sudah 90 persen sekolah di Kota Serang siap untuk menggelar belajar tatap muka. Sisanya, sekolah yang belum melakukan kerjasama dengan klinik dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
Hal itu dapat terlihat dari aplikasi daftar periksa sekolah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Kurang lebih 90 persen sekolah sudah siap. Tinggal 10 persen lagi. Tinggal kerjasama dengan Puskesmas dan klinik di terdekat,” ujarnya.

Asep Nugrahajaya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang
Tanggapan lain datang dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya yang saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan bahwa ia berharap Pembelajaran Tatap Muka dapat dilaksanakan secara massal diawal Tahun Ajaran 2021/2022.
Asep Nugraha Jaya menuturkan bahwa Di Kabupaten Serang sebenarnya telah mencoba melaksanakan PTM terhitung 21 April 2021 namun hanya bertahan dua hari karena arahan dari Pemerintah Provinsi Banten.
Dan menanggapi keputusan SKB 4 Menteri Dinas Pendidikan Kabupaten Serang sudah mengajukan usulan Vaksinasi Guru dan Tenaga Kependidikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Serang (ditembuskan ke Pusdatin Kemenkes) sejumlah 16.201 personil.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang dan Sampai saat ini, baru Tenaga Guru/Kependidikan SD yang selesai divaksin. Guru dan Tenaga Kependidikan SMP serta PAUD sedang dalam tahap vaksinasi, mudah-mudahanan Juni ini selesai” ungkapnya.(Victor)


