SERANG- Di Tahun 2021 anggaran infrastruktur provinsi Banten mencapai 4 triliunan. Hal tersebut diakui Anggota komisi 4 Fraksi PAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Dede Rohana.
Ia mengatakan, anggaran tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur dan melanjutkan pembangunan infrastruktur di tahun 2020 yang sempat batal akibat pandemi Covid-19.
“Jadi di tahun 2022 nanti, kondisi jalan di provinsi Banten sudah 100 persen,” Kata Dede saat menjadi Narasumber Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di pendopo Lama Kota Serang, Jum’at (18/12/2020).
Pembangunan infrastruktur tersebut katanya, anggaran akan dipergunakan untuk pembangunan jalan yang sempat terbengkalai seperti, jalan Palima Pakupatan, Sport Center, jalan Fly Over sebelum Polda Banten.
“Anggaran ini memang besar sama hal nya seperti anggaran 2 tahun, akan tetapi tujuan kita tidak lain untuk pemulihan ekonomi di provinsi Banten,” terang Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Banten.
Dengan anggaran sebesar tersebut, Ia memastikan program pembangunan infrastruktur di provinsi Banten tidak ada yang tumpang tindih, hal itu Ia katakan karena program tersebut telah disinkronkan Bappeda yang datanya telah di olah melalui Musrenbang.
Untuk diketahui, Komisi empat DPRD provinsi Banten menangani Infrastruktur dan Lingkungan hidup. Saat ini katanya, ada 17 industri masuk Zona merah.
“Tapi kita tidak tinggal diam, pihak industri ini telah kita undang dan dari hasilnya dikarenakan alat alatnya rusak, paling merah itu Cilegon dan Tangerang Raya,” ujarnya mengakhiri. (Bgn/crls)



