Yogyakarta, (persepsi.co.id) – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hilman Tisnawan, Senin (24/08) siang di Gedhong Pare Anom, Komplek Kepatihan, Yogyakarta. Kunjungan Hilman ini bertujuan untuk memohon perkenan Sri Paduka untuk hadir dalam agenda peresmian aplikasi Jogja Pass dan Visiting Jogja serta peluncuran website Garebeg UMKM.
Hilman menuturkan, aplikasi Jogja Pass dan Visiting Jogja akan diresmikan pada Kamis (27/08) pagi di Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, Yogyakarta. “Aplikasi ini sejatinya merupakan salah satu upaya Pemda DIY untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 mengingat beberapa destinasi wisata di DIY sudah mulai dibuka. Maka dari itu, melalui audiensi ini, kami bermaksud memohon kesediaan Wakil Gubernur DIY untuk hadir dalam agenda kami,” ujar Hilman.
Hilman menuturkan bahwa keberadaan dua aplikasi buatan Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Kominfo DIY ini dirancang mengingat wisatawan yang datang di Jogja itu berubah-ubah. “Berbeda dengan ranah pendidikan, walau mahasiswa atau pendatang adalah orang luar DIY, keberadaan mereka di DIY itu jangka waktunya relatif lama. Misal 300.000 mahasiswa baru tiba di Jogja, mereka kan cenderung akan menetap. Kalau wisatawan dengan jumlah segitu kan, cenderung silih berganti. Oleh karenanya, dibutuhkan pendataan yang pasti,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Sri Paduka menyampaikan apresiasi atas adanya dua aplikasi tersebut. “Jogja itu memang kekuatannya pendidikan dan pariwisata. Saya berpesan, bahwa data-data penting seperti nama pengunjung, nomor ponsel, dan juga alamat tinggal jangan sampai lupa untuk tidak disertakan aga Pemda dapat menghubungi pihak bersangkutan dengan segera jika terjadi sesuatu,” tutur Sri Paduka.
Sri Paduka menambahkan bahwa selain berkaitan pendataan pengunjung, kontingensi tentang pariwisata DIY terkait kebencanaan itu juga layak untuk dibagikan. Sri Paduka berujar, “Kita itu soal kontingensi bencana lengkap, dari mulai longsor, erupsi, potensi tsunami, angin kencang, gempa, itu ada semua. Kita juga telah menjalin kerjasama dengan sektor-sektor retail di wilayah DIY guna mengantisipasi kebutuhan pokok terkait logistik yang timbul akibat bencana. Artinya, logistik dapat diprioritaskan dengan segera dan tidak terkendala urusan administratif. Hal ini mungkin bisa menjadi referensi agar dapat mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi.”
Hilman menambahkan bahwa selain peresmian dua aplikasi tersebut, terdapat satu agenda lain yang akan digelar Bank Indonesia. “Siang hari pada hari yang sama, kami akan meluncurkan website Garebeg UMKM DIY. Website ini nantinya akan mewadahi industri UMKM kelas premium agar semakin mudah dalam mempromosikan produknya dan memetakan targetnya,” jelas Hilman.
Rencananya, peluncuran website ini juga akan mengundang 500 perwakilan UMKM DIY binaan Bank Indonesia secara virtual. “Selain itu, agenda peluncuran website juga akan dilanjutkan dengan dialog kebudayaan,” tutup Hilman



