LEBAK,(persepsi.co.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Ibu dan anak di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Selasa, 14/03/2023.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti. MARS menyampaikan, kegiatan tersebut dalam rangka melaksanakan upaya terobosan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta stunting.

“Yakni melalui penguatan tata kelola dengan meningkatkan dan mengefektifkan sistem pencatatan dan pelaporan ibu hamil dan bayi lahir,” terang Ati.

Kemudian, dalam upaya pemenuhan layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, perlu adanya deteksi dini faktor risiko kesehatan ibu, bayi, dan balita untuk dapat mencegah stunting dan komplikasi yang mengakibatkan kematian.

“Sosialisasi Kesehatan Ibu Dan Anak, juga dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelola dan pelaksana KIA pada tingkat Rumah Sakit, Puskesmas, Desa dan Praktek Mandiri Bidan guna mengetahui angka Kelahiran,” jelas dr. Ati.

Untuk itu, kata dr. Ati diperlukan penguatan manajemen program KIA untuk memantau cakupan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dalam rangka, menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi san bayi stunting.

“Yaitu dengan melaksanakan Sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak di tingkat Kabupaten/Kota sampai ke Posyandu. Dalam rangka meningkatkan dan memantapkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak,” papar Ati.

Untuk itu Dinkes Provinsi Banten mengusung program-program yang dapat mencegah tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB), dengan memberikan pelayanan yang dapat membantu mencegah serta meminimalisir kematian ibu dan anak.

Ada Enam Program Yang Dapat Mencegah Tingginya AKI-AKB yaitu:
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
2. Pelayanan Imunisasi Tetanus Toksoid Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil
3. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin
4. Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas
5. Pelayanan/Penanganan Komplikasi Kebidanan
6. Pelayanan Kontrasepsi.

Terakhir, dr. Ati menyampaikan terlaksananya kegiatan Sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak di tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2023. Guna mengetahui Indikator kinerja untuk mendukung pencapaian percepatan kesehatan masyarakat dan penurunan AKI, AKB dan Stunting.

“Kegiatan dilakukan dalam bentuk pertemuan sosialisasi kepada seluruh petugas kesehatan masyarakat. Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan dengan sistem pencatatan dan pelaporan yang bertujuan untuk meningkatkan dan memantapkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten H. Handa Suhanda SE bersama DR. Yeremia Mendrofa, ST., MM., MBA pada saat mengikuti kegiatan sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak menyampaikan ungkapan yang sama, bahwa kegiatan hari ini adalah sosialisasi terkait menekan angka kematian ibu akibat melahirkan dan kematian anak. Masih banyak masyarakat kita yang belum paham tentang kesehatan ibu dan anak, sehingga mengakibatkan anak menjadi Stunting atau kurang gizi.

“Masalah stunting, yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (Kerdil),” jelasnya.

“Kami, Komisi V DPRD Provinsi Banten mengapresiasi atas sosialisasi tentang kesehatan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Banten, juga mengimbau kepada masyarakat supaya mengikuti program kesehatan dari Dinkes melalui Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu atau lembaga lainya,” tutupnya. (Adv)