Oleh: Dr. KH. Anang Azharie Alie, M.Pd

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, sungguh akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan- jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. A1-‘Ankabut: 69)
Ada organisasi yang dibangun untuk mengejar kepentingan. Ada pula organisasi yang lahir dari kesadaran untuk berkhidmah. FSPP—Forum Silaturrahim Pondok Pesantren— idealnya berada pada kategori yang kedua: ruang perjumpaan para insan pesantren yang menyatukan pikiran, tenaga, waktu, jaringan, bahkan harta untuk kemajuan pesantren. Karena itu, FSPP bukan sekadar forum berkumpul. la adalah gerakan khidmah.
Silaturrahim menjadi pintunya, khidmah menjadi jalannya, dan kemaslahatan pesantren menjadi orientasinya. terbaik. Bahkan satu orang dapat memiliki keempat karakter tersebut sekaligus. la berpikir—itulah khidmah intelektualnya. la bergerak—itulah khidmah fisiknya. la membimbing—itulah khidmah keilmuannya. la berkorban—itulah ihsannya. Dari Silaturrahim Menuju Sinergi Silaturrahim jangan berhenti pada pertemuan. Pertemuan harus melahirkan gagasan. Gagasan harus melahirkan gerakan.
Gerakan harus melahirkan manfaat. Manfaat harus melahirkan keberkahan. Inilah transformasi yang diperlukan. FSPP tidak cukup hanya menjadi tempat untuk saling mengenal. la harus menjadi tempat untuk saling menguatkan. Tidak cukup saling berkunjung. Harus saling membantu. Tidak cukup saling membantu. Harus saling mengembangkan. Tidak cukup mengembangkan masing-masing pesantren. Dan ketika khidmah dilakukan IG—di jalan Allah—maka kita boleh berharap kepada janji-Nya: “Sungguh Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” Karena itu, FSPP bukan sekadar forum silaturrahim. FSPP adalah medan khidmah. Di dalamnya berkumpul para mujahid yang bersungguh- sungguh, para muharrik yang menggerakkan, para mursyid yang menunjukkan jalan, dan para muhsinin yang memberikan yang terbaik.
Semoga setiap langkah khidmah kepada pesantren menjadi sebab Allah membuka jalan-jalan kebaikan, mempertemukan kita dengan orang-orang baik, menguatkan pesantren- pesantren Banten, dan menjadikan perjuangan kita sebagai amal yang terus mengalir pahalanya. “Berbahagialah orang yang menjadikan khidmah sebagai ibadah, ilmu sebagai senjata, kerja sama sebagai jalan, dan ridha Allah sebagai tujuan”.