TANGSEL, (Persepsi.co.id) – BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten menggelar kegiatan silahturahmi dengan media. Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Taman Santap Rumah Kayu, Kota Tangerang Selatan. Rabu, (14/06).

Kegiatan ini juga sekaligus perkenalan diri Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten yang baru, Kunto Wibowo. Dimana sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten yang lama ialah Yasaruddin.

Turut hadir dalam kegiatan silahturahmi media ini ialah Wakil Kepala Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Banten Galuh Santi Utari, Wakil Kepala Wilayah Bidang Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Banten R. Eri Pradono dan seluruh PIC Komunikasi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan yang ada di Provinsi Banten.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten, Kunto Wibowo mengapresiasi atas kehadiran seluruh rekan-rekan media. Ia berharap dapat berkolaborasi dalam mensosialisasikan program BPJAMSOSTEK kepada masyarakat.

“Terimakasih saya ucapkan kepada rekan-rekan media yang telah hadir pada kegiatan ini, semoga kita bisa bersinergi serta berkolaborasi dalam mensosialisasikan program jaminan sosial BPJAMSOSTEK kepada masyarakat,” kata Kunto Wibowo selaku Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten yang mulai menjabat pada pertengahan Mei 2023 lalu.

Kunto menambahkan, bahwa dalam memperluas kepesertaan, pihaknya berencana akan menjalankan program Kerja Keras Bebas Cemas (KKBC) Masuk Desa.

“Saat ini masyarakat melihat program BPJAMSOSTEK ini untuk kalangan eksklusif saja, yaitu hanya untuk pekerja formal. Padahal program kita juga untuk masyarakat pekerja dari sektor informal seperti tukang ojek, petani, pedagang dan lainnya,” ujarnya.

“Sehingga saya berencana akan menjalankan program Kerja Keras Bebas Cemas (KKBC) Masuk Desa. Dimana program ini tujuannya agar masyarakat yang berada di Desa-desa bisa mengetahui program jaminan sosial BPJAMSOSTEK,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, Kunto mengajak kepada rekan-rekan media untuk berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam mensosialisasikan program BPJAMSOSTEK kepada masyarakat.

“Untuk itu, saya berharap teman-teman media bisa berkolaborasi dengan kami dalam mensosialisasikan program BPJAMSOSTEK kepada masyarakat yang ada di pelosok-pelosok Desa yang ada di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Selain itu, Kunto menyatakan bahwa saat ini BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten memiliki jumlah peserta sebanyak 2,8 juta.

“Saat ini jumlah peserta BPJAMSOSTEK yang ada di Provinsi Banten ada 2,8 juta, tetapi yang aktif membayar iuran hanya 2,1 juta. Sehingga saya punya target nantinya jumlah peserta aktif di Provinsi Banten ini ada sekitar 2,9 juta peserta aktif,” imbuhnya.

Terakhir, kepada rekan-rekan media, Kunto juga menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan saat ini menjalankan 5 program perlindungan jaminan sosial yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminanan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Selain itu, ada juga program Mantaat Layanan Tambahan (MLT) bagi peserta BPJAMSOSTEK berupa program Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Dan kita ini bukan asuransi, tetapi program kita ini ialah program jaminan sosial untuk pekerja Indonesia yang sudah di atur oleh Undang-undang,” tutup Kunto. (BP)