Indramayu, (Persepsi.co.id) – Sejumlah perwakilan warga pelanggan PDAM Desa Cemara Kecamatan Cantigi datangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk menyampaikan keluhannya soal krisis pasokan air bersih di desanya. Kamis, (27/5/2021).

Padahal sebelumnya warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Pengguna Air PDAM Desa Cemara sudah melakukan pertemuan dengan pihak PDAM terkait, namun hasilnya dirasa oleh warga masih kurang maksimal. Sehingga warga berinisiatif mendatangi kantor Pemkab Indramayu berharap agar dapat segera ditindak lanjuti.

Warga juga didampingi oleh sejumlah simpatisan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Milenial Membela Rakyat Indramayu (AMMER-I).

Sesampainya di kantor Pemkab Indramayu pada pukul 9 pagi, warga langsung disambut Asisten Pemerintahan (Asda) I Setda Indramayu, Jajang Sudrajat sebagai perwakilan Pemkab Indramayu. Kemudian dilakulan musyawarah bersama pihak PDAM terkait di ruang rapat Assiten Ekonomi dan Pembangunan. Hadir juga pihak kepolisian, Koramil dan Satpol PP Indramayu.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Pengguna Air PDAM Desa Cemara, Samsul Bakhri (31) mengatakan, dalam musyarah tadi dibahas persoalan teknis apa penyebab macetnya air PDAM di desanya, dan pihaknya meminta pihak PDAM untuk segera menindak lanjuti persoalan tersebut.

“Kita meminta krisis air ini segera ditindak lanjuti dengan cara mengirimkan enam mobil tangki air/hari, karena secara kalkulasi kami butuhnya segitu,” ujar Samsul saat diwawancara usai kegiatan tersebut.

Sementara itu, dari pihak PDAM hadir Plt. Dirut Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, Hery bersama jajarannya, yaitu jajaran direksi, Manajer Humas, dan Kepala unit Arahan atau setempat.

“Hasilnya dari tuntutan masyarakat Desa Cemara itu, yang mungkin bisa kita akomodir ya kita akomodir, pengiriman mobil tangki air minta enam tangki air (perhari) ya kita coba,” kata Plt. Dirut Perumdam Tirta Darma Ayu, Hery.

Mengenai perbaikan pelayanan pihaknya masih akan mencoba untuk memonitoring dan mengevaluasi di lapangan terlebih dahulu, agar dapat disimpulkan serta dapat menentukan tindakan – tindakan apa yang perlu dilakukan agar distribusi air segera diterima oleh masyarakat, tutup Hery. (Candra)