Indramayu | Persepsi.co.id – Petani di Desa Jayalaksana Kecamatan Kedokanbunder tersenyum sumringah di terik panasnya mentari. Pasalnya, sawah mereka mampu menghasilkan 11,5 ton gabah kering panen (GKP) dari setiap hektar.

Capaian panen para petani Desa Jayalaksana tersebut terungkap ketika berlangsung kegiatan Panen Perdana dan Temu Lapang yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian yang dipusatkan di Kelompok Tani Sri Rejeki Desa Jayalaksana Kecamatan Kedokanbunder, Kamis (26/8/2021).

Camat Kedokanbunder, Andri M Shaleh menjelaskan, areal yang dijadikan lokasi panen tersebut merupakan areal demfarm atau pembenihan dari kualitas unggul jenis inpari 32 diatas lahan seluas 10 hektar.

Andri menambahkan, selama ini padi yang dihasilkan hanya 6,5 ton per hektar. Namun dengan teknologi dan inovasi pertanian bisa menghasilkan 11,5 ton per hektar.

“Para petani menggunakan bibit unggul dan inovasi teknologi sehingga hasilnya bisa maksimal,” kata Andri.

Dengan menggunakan variatas unggul inpari 32 yang merupakan turunan dari Ciherang dan IR 64, maka tanaman padi menjadi tahan penyakit, tahan lingkungan, dan nasi menjadi sangat pulen.

“Yang kita panen saat ini adalah untuk kebutuhan pembenihan kembali. Sehingga bisa dihasilkan benih-benih unggul,” tegas Andri. (Candra/Diskominfo Indramayu)