TANGERANG, (Persepsi.co.id) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cimone terus menggencarkan sosialisasi secara masif dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang manfaat program BPJAMSOSTEK.
Kali ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cimone menyasar pekerja informal yang ada di Pasar Induk Jatiuwung, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Selasa, (12/12).
Dari pantauan awak media, terlihat Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cimone Ahmad Fauzan beserta staf turun langsung memberikan informasi terkait program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pedagang di Pasar Induk Jatiuwung, Kota Tangerang.
Saat ditemui, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cimone Ahmad Fauzan menjelaskan, bahwa dengan menjadi peserta, para pedagang akan mendapatkan akses layanan kesehatan dan santunan dalam situasi darurat.
Fauzan menyebutkan, manajemen pasar sudah MoU mendaftarkan para pekerja di pasar sebagai peserta. Mulai dari pekerja bongkar muat dan pekerja kebersihan pasar. Harapannya, kata dia, dapat diikuti oleh seluruh pedagang di Pasar Induk Jatiuwung.
“Karena dengan menjadi peserta, semuanya akan mendapat perlindungan. Kami sudah membuktikan. Sudah 5 kali insiden kecelakaan yang menimpa pekerja pasar, itu di-cover semua biaya rumah sakit tanpa keluar uang sepeserpun,” tegasnya.
Ia berharap insiden tersebut menjadi pelajaran bagi warga pasar untuk segera mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, menjadi pedagang risikonya sangat besar. Mulai dari rumah menempuh perjalanan jauh sampai di pasar berdagang tidak mengenal waktu.
“Yang namanya risiko kita nggak tahu. Kami melindungi pedagang 24 jam. Bapak pun ada harapan pada saat terjadi kecelakaan atau sakit itu ada yang membiayai,” jelas Fauzan.
Kalau sampai terjadi kecelakaan dan tidak mampu berdagang lagi, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan setiap bulannya.
“Di sini negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk menolong semua. Sehingga bapak ibu bisa berdagang tanpa rasa cemas,” paparnya.
Serahkan Santunan Kematian Rp 42 Juta
Selain sosialisasi, pada kesempatan itu BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimone juga memberikan santunan jaminan kematian kepada keluarga ahli waris Asep Hendaryanto. Santunan yang diberikan sebesar Rp 42 juta.

Asep sebagai petugas kebersihan Pasar Induk Jatiuwung yang meninggal beberapa hari lalu, tercatat baru 5 bulan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Fauzan berharap, santunan dapat memberikan dukungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dia menegaskan, santunan ini merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan komprehensif kepada peserta.
“Pemberian santunan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga yang kehilangan tulang punggung ekonomi,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi dan penyerahan santunan langsung di tengah pasar, masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan ketenagakerjaan yang menyasar semua profesi.
Setelah mengetahui informasi layanan dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, sejumlah pedagang menyatakan kemauannya untuk mendaftar sebagai peserta guna memastikan keselamatan dan keamanan dalam situasi darurat.
“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita. Namanya di pasar ada risiko juga yang dapat membahayakan keselamatan. Saya langsung daftar,” ujar Agus, salah seorang pedagang buah di pasar tersebut. (**)



