SERANG,(persepsi.co.id)- Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan keluarga sebagai bagian dari strategi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Kesehatan dan Gizi Keluarga yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Juni 2026 ini menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program kesehatan keluarga, mulai dari pelayanan bayi dan balita, pemenuhan gizi masyarakat, hingga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dalam memberikan layanan sesuai standar nasional.
Rapat menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, serta narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Maylan Wulandari, SST, MKM, sebagai upaya menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Monev Jadi Instrumen Penguatan Program
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Kesehatan dan Gizi Keluarga merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan berbagai program kesehatan berjalan sesuai target.
Melalui evaluasi berkala, pemerintah dapat memantau capaian indikator pelayanan, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus menyusun langkah perbaikan yang lebih efektif.
Selain menilai kinerja program, Monev juga menjadi dasar dalam mengukur dampak berbagai intervensi kesehatan terhadap peningkatan status gizi masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan keluarga.
Pemerintah Provinsi Banten menilai evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan sangat diperlukan agar setiap program dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Fokus pada Percepatan Penurunan Stunting
Salah satu perhatian utama dalam rapat evaluasi tersebut adalah upaya percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Banten.
Pelayanan kesehatan keluarga memiliki peran strategis dalam mendukung pencegahan stunting, mulai dari pelayanan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, pemberian imunisasi, hingga edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga.
Melalui monitoring yang komprehensif, Dinas Kesehatan Provinsi Banten berharap berbagai program intervensi gizi dapat berjalan lebih efektif serta tepat sasaran.
Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan keluarga juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak sekaligus menurunkan berbagai masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan di daerah.
Libatkan Seluruh Kabupaten dan Kota
Rapat Monitoring dan Evaluasi diikuti oleh peserta dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Peserta terdiri atas penanggung jawab program kesehatan bayi dan balita dari dinas kesehatan kabupaten/kota, tenaga kesehatan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), tenaga kesehatan rumah sakit pemerintah maupun swasta, serta tenaga kesehatan dari puskesmas.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan keluarga membutuhkan kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin terintegrasi.
Selain menjadi forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antarwilayah dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan keluarga.
Evaluasi Kesiapan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tidak hanya membahas capaian program, rapat juga mengevaluasi kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa puskesmas, rumah sakit, laboratorium kesehatan daerah, hingga fasilitas pelayanan kesehatan lainnya telah memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan pemerintah.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem pelayanan, hingga pelaksanaan program kesehatan ibu, bayi, balita, dan gizi masyarakat.
Melalui evaluasi tersebut diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan mampu memberikan layanan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses masyarakat.
Sinergi Daerah dan Pemerintah Pusat
Kehadiran narasumber dari Kementerian Kesehatan RI menjadi bagian dari upaya memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Melalui koordinasi yang baik, implementasi berbagai program prioritas nasional di bidang kesehatan keluarga dapat berjalan lebih optimal di tingkat daerah.
Masukan yang diperoleh selama proses evaluasi akan menjadi dasar penyusunan langkah tindak lanjut untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kesehatan keluarga di Provinsi Banten.
Komitmen Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara rutin, pemerintah dapat memastikan setiap program berjalan sesuai standar, sekaligus melakukan perbaikan apabila ditemukan hambatan di lapangan.
Dengan sinergi seluruh pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan daerah, serta dukungan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Banten optimistis kualitas pelayanan kesehatan keluarga akan terus meningkat. Penguatan layanan tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting, memperbaiki status gizi masyarakat, dan meningkatkan derajat kesehatan keluarga di seluruh Provinsi Banten.(Adv)



