SERANG, (Persepsi.co.id) – Selama tahun 2023, Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten telah mengucurkan anggaran Rp3,30 triliun untuk membayar 320.869 klaim jaminan sosial.
Hal tersebut dikatakan Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten, Kunto Wibowo. Kamis, (6/6/2024).
Kunto menyebutkan klaim paling besar yakni Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp2,57 triliun untuk 214 ribu peserta.
Kemudian klaim manfaat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp296 miliar untuk 31.700 peserta.
Lalu Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp234,50 miliar atas klaim 9.856 peserta, Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 111,54 miliar atas 8.156 klaim.
Dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Rp 92,55 miliar atas 56 ribu lebih klaim manfaat JKP yang dibayarkan di bulan pertama sampai bulan keenam.
“Klaim yang sudah dibayarkan di tahun 2023 mencapai Rp3,30 triliun,” kata Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten, Kunto Wibowo.
Kunto menjelaskan, jumlah itu diprediksi meningkat pada tahun 2024. Sebab pada Januari sampai Mei sudah ada 150.000 peserta yang mengajukan klaim dengan total Rp1,33 triliun.
“Januari sampai bulan akhir Mei kemarin kita sudah melayani sekitar 150.000 peserta jadi tahun ini pasti akan mengalami peningkatan,” ujar dia.
Peningkatan tersebut karena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari salah satu perusahaan terbesar di Provinsi Banten.
“Sekarang di Banten sedang ada PHK dari perusahaan yang cukup besar ya. Sehingga terjadi lonjakan,” jelasnya.
Sebab lanjut Kunto, ketika terjadi PHK para karyawan akan mendapat JKP atau Jaminan Kehilangan Pekerjaan selama 6 bulan.
“Jadi ada program baru yaitu JKP, yang di PHK akan mendapat santunan sebesar 45 persen selama tiga bulan dari upah mereka yang diterima dari perusahaan. Kemudian 25 persen di tiga bulan selanjutnya,” pungkasnya. (***)

