SERANG, (Persepsi.co.id) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama sama memutus rantai penularan hepatitis melalui gerakan “Sadar Hepatitis: Cegah Bareng, Sembuh Bareng”.

Menurut WHO, hepatitis telah menyebabkan lebih dari 1,3 juta kematian setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, diperkirakan 6,8 juta orang hidup dengan hepatitis B dan 2,8 juta dengan hepatitis C. “Hepatitis ini penyakit yang diam – diam mematikan karena sering tidak bergejala, dan baru terdeteksi saat kondisi hati sudah rusak,” ungkap dr. Ati.

Hepatitis B dan C merupakan jenis hepatitis terbanyak, menyebabkan lebih dari 90% kematian terkait hepatitis. Infeksi hepatitis kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk sirosis, kanker hati, dan gagal hati.

Dinkes Banten telah melakukan berbagai upaya, mulai dari imunisasi hepatitis B, deteksi dini ibu hamil, hingga pemberian antivirus untuk mencegah penularan dari ibu ke anak. Upaya ini diperkuat lagi dengan pemberian antivirus pencegahan transmisi virus hepatitis B dari ibu ke anak sejak tahun 2023 dan diperluas ke seluruh wilayah Banten secara bertahap.

Sedangkan upaya deteksi dini hepatitis C dan pengobatan dengan Direct Acting Antiviral (DAA) telah dilakukan sejak tahun 2021 di RSUD Banten dan di tahun 2023 diperluas ke RSU Kabupaten Tangerang, RSU Kota Tangerang, RSU Kota Tangerang Selatan dan di RSU Aji Darmo Lebak.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dimulai Februari 2025 menjadi langkah besar dalam skrining hepatitis berbasis siklus hidup masyarakat.

“Melalui PKG, masyarakat bisa melakukan deteksi dini hepatitis sesuai faktor risiko. Ini penting untuk mencegah berkembangnya hepatitis kronis yang berujung pada sirosis atau kanker hati,” jelas dr. Ati.

Dr. Ati juga mengajak masyarakat untuk aktif menyebarkan informasi benar terkait hepatitis, melakukan imunisasi hepatitis B, pemeriksaan rutin, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mendukung eliminasi hepatitis di tahun 2030.(Adv)